PUSAT KOTA,- Hingga saat ini, masalah sampah masih menjadi momok yang mengkhawatirkan di Kota Payakumbuh.
Sampai penghujung tahun 2024 ini atau setahun lebih sejak longsornya TPA Regional Sumbar, belum ada solusi nyata dalam penanganan persampahan di Kota Payakumbuh.

Meski sudah ada upaya maksimal yang dilakukan oleh pemerintah daerah tetapi hal itu belum membuahkan hasil yang membuat Kota lega dari persoalan sampah tersebut.
Buktinya, sampah masih berserakan, ada tumpukan sampah di mana-mana. Bau amis, busuk dan tak sedap bertebaran sekitar tumpukan sampah.
Payakumbuh yang selama ini dikenal sebagai Kota bersih, kota adipura, sebutan tersebut lenyap seketika.
Tokoh masyarakat Kota Payakumbuh Yanuar Gazali berharap banyak kepada walikota definitif ke depan harus serius untuk menangani permasalahan sampah yang terjadi.
“Sudah 2 pejabat walikota tetapi masalah sampai tidak kunjung tuntas. Dari Pj Jasman sampai Pj yang sekarang, masalah sampah masih terjadi. Kita berharap banyak kepada walikota terpilih Dokter Zulmaeta bisa menyehatkan kota dari permasalahan sampah ini kedepan Mudah-mudahan saja,”ujar Yanuar.
Ketua DPC PDIP Kota Payakumbuh itu mengatakan, tak hanya soal sampah berserakan saja, melainkan masalah ganti rugi lahan warga yang terdampak di sekitar TPA Rerional juga belum jelas penyelesainnya.
Sementara Pj Walikota Payakumbuh Suprayitno yang dihubungi untuk konfirmasi belum menjawab. Begitu pun anak buahnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Desmon Corina terkesan enggan mengangkat telpon wartawan. (TIM)