PAYAKUMBUH,- Bulan suci Ramadhan yang penuh berkah akan segera tiba. Menyambut datangnya bulan yang penuh ampunan ini, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh telah menyiapkan program khusus untuk meningkatkan pemahaman siswa, baik dalam aspek agama maupun karakter.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh, Dasril , menjelaskan bahwa selama Ramadan, siswa akan mengikuti kegiatan yang mirip dengan pesantren selama 20 hari dari 30 hari bulan Ramadhan.

“Melalui edaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, kami diberi keleluasaan untuk meningkatkan pengetahuan siswa, terutama dalam aspek religius serta mempererat hubungan antara sekolah dan rumah,” ungkap Dasril.
Kegiatan yang berbentuk semacam pesantren ini akan berlangsung selama 20 hari, berbeda dengan pesantren tradisional, “pesantren sekolah” di Payakumbuh dirancang dengan variasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kesepakatan antara sekolah, orang tua, dan komite sekolah.
Namun, tak hanya siswa Muslim yang akan mendapat kesempatan untuk mend untuk mendalami ajaran agama. Siswa non-Muslim juga akan diberikan ruang untuk mempelajari agama mereka masing-masing, menyesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran setiap siswa. Terkait dengan jam belajar, pihak Dinas Pendidikan memberikan penyesuaian agar kegiatan di bulan Ramadhan tetap berjalan dengan lancar. Durasi jam pelajaran akan disesuaikan dengan tingkat kelas.
Untuk siswa di kelas rendah, kegiatan belajar akan berlangsung sekitar dua hingga tiga jam, sedangkan untuk kelas tinggi seperti kelas IV, V, VI, dan SMP, durasi belajar mencapai sekitar lima jam pelajaran. Selain itu, waktu masuk sekolah juga akan disesuaikan.
“Kami berencana untuk menggeser waktu masuk sekolah menjadi sekitar pukul 08.00 WIB,” ujar Dasril.
Dengan penyesuaian ini, diharapkan siswa dapat menjalani bulan Ramadhan dengan baik, tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang mereka terima. (*)