MAGELANG, – Bupati Limapuluh Kota, haji Safni bersemangat mengikuti retreat yang diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri. Retreat yang digelar di Akademi Militer tersebut untuk pembekalan sebelum memimpin daerah.
Bupati Safni sendiri, merupakan bupati yang diusung oleh PDIP. Meski adanya keputusan dari Ketua Umum PDIP melarang kepala daerah untuk ikut retreat tersebut, tidak membuat canggung Bupati Safni.

Safni lebih memilih mengikuti arahan pemerintah pusat dari pada partai politik. Bupati Limapuluh Kota lebih menghormati presiden dari apda ketua partai.
Menurut Safni, retreat menjadi momen penting bagi para kepala daerah yang baru untuk mendapatkan pembekalan dan refleksi dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Presiden Prabowo Subianto yang akan memberikan arahan langsung dalam kegiatan tersebut, sejumlah tokoh nasional dari berbagai instansi turut memberikan pembekal.
Beragam materi yang akan ditanamkan, mulai dari pemahaman program prioritas pemerintah, geopolitik, anti korupsi, hak asasi manusia, hingga pengelolaan keuangan daerah.
Bupati Safni menegaskan bahwa sebagai kepala daerah yang baru dilantik, dirinya memiliki kewajiban untuk tunduk pada sistem pemerintahan yang berlaku, termasuk mengikuti arahan dari Kepala Negara.
“Sebagai kepala daerah, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk mengikuti arahan dan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, termasuk dalam kegiatan retreat ini. Ini adalah kesempatan penting untuk memperkuat wawasan kepemimpinan dan pemerintahan yang efektif,” ujar Bupati Safni.
Sedangkan, Ketua DPC PDIP Limapuluh Kota Haji Darlius tidak bisa berbuat banyak terhadap sikap Bupati Limapuluh Kota.
“Kita serahkan sepenuhnya ke bupati. Kita tidak bisa mengintervensi terlalu jauh. Karena Bupati Safni bukan kader PDIP tetapi hanya diusung oleh PDIP. Kami sudah bicarakan,” ujar Darlius. (*)