Selayar, Infowarga.id- Pesta Demokrasi Kabupaten Kepulauan Selayar hampir setiap saat menjadi topik perbincangan dikalangan Masyarakat, tak terkecuali pembicaraan itu muncul saat menikmati kopi diwarkop (warung kopi), perkantoran, maupun pada tempat acara hajatan masyarakat. seperti halnya perbincangan kami hari (20/11) pada salah satu warkop disudut selatan kota Benteng bersama sejumlah ASN.

Salah satu topik hangat adalah sosok dan figur calon pemimpin yang kini maju sebagai kontestan pada Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember mendatang.

Dari perbincangan demi perbincangan, dengan kultur dan budaya kekeluargaan masyarakat selayar, maka sosok dan figur calon pemimpin yang cocok dan diinginkan masyarakat Selayar dapat disimpulkan adalah yang memiliki treck record rendah hati dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati.

Salah satu narasumber yang berprofesi sebagai ASN dilingkup Pemda Selayar, dan tak ingin namanya dipublish menyebut, dari kedua calon pemimpin yang ada sekarang ini,  mudah untuk menilainya, mana yang pemimpin yang dekat dan melayani masyarakat, dan mana pemimpin yang yang hanya tertidur dan kerjanya duduk dibelakang meja.

Baca Juga:  Pemdes Lantibongan Kembali Salurkan BLT Tahap III Kepada Penerima Manfaat

Contoh sederhana menurutnya, Saat masyarakat dihadapkan pada kondisi penyebaran wabah Corona Virus Desiase -2019 (Covid-19), pejabat yang hari ini juga maju sebagai calon pemimpin tidak pernah keliatan batang hidungnya bahkan ada informasi yang menyebutkan yang bersangkutan malah sibuk bergerilya dari desa kedesa dengan hasrat kuasanya.

Pemimpin yang seperti itu hanyalah memikirkan dirinya sendiri dan tega mengorbankan rakyatnya demi kekuasaan. Pemimpin yang tidak bersikap kesatria itu, hanya akan melahirkan kesengsaraan hidup dan bencana bagi masyarakatnya, jelasnya

Bukan itu saja lanjutnya, calon tersebut menurut pengakuan sebagian besar ASN, merasa kuatir, dikarenakan sosoknya dikenal arogan, sok disiplin dan kerap melontarkan kata-kata kasar dan itu dilakukan tanpa memandang tempat dan dalam suasana apapun.

Baca Juga:  Jelang HUT RI, Pelda Bachtiar Bersama Aiptu Sennang Giat Latih Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

“Bahaya, selayar bisa hancur dan mundur kembali jika dipimpin oleh orang yang punya reputasi seperti itu, belum lagi katanya terkait setoran-setoran awal dan akhir tahun,” ungkapnya

Disebutkan hal itu sebagai perbandingan pemimpin, sementara pada posisi pasangan wakil, dikatakan perbandingan keduanya antara langit dan bumi,  baik dari segi melayani masyarakat maupun pada sifat, karakter dan kepribadian keduanya.

“Bagaimana mau mimikirkan dan melayani masyarakat, kalau kehadirannya di Selayar saja hanya pada moment tertentu, seperti moment pilkada” cetusnya

Jadi memilih pemimpin selayar sebenarnya tidak sulit, treck record antara kedua calon sudah sangat jelas, masyarakat Selayar paham akan hal itu, khususnya bagi ASN.

Dikatakan bahwa ketika Bupati Basli Ali tampil sebagai sosok apa adanya, sederhana, merakyat, visioner, dan selalu hadir apapun persoalan masyarakat serta mengedepankan sikap rendah hati dan optimisme dalam kepemimpinnanya, hal ini menghasilkan pemerintahan yang bergerak maju dengan segudang prestasi maupun penghargaan.

Baca Juga:  Abdul Gani Sebut Basli Ali Sosok Pemimpin Yang Tidak Pernah Menyusahkan Masyarakat

Sebaliknya, sosok Zainuddin dikenal emosional dan sering mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, serta treck record pasangannya, Aji Sumarno yang arogan, tak punya kewenangan namun seenak hati memindahkan pegawai saat SW menjabat sebagai bupati, berasal dari daerah lain dan bukan putra daerah Selayar, justru menghadirkan ketakutan, kegelisahan dan pesimisme, dikalangan masyarakat terkhusus bagi pegawai ASN” imbuhnya

“Lanjutkan kepemimpinan yang terbukti melayani dan selalu hadir ditengah masyarakat, tolak calon pemimpin yang terbukti kasar dan emosional apalagi yang bukan putra daerah selayar” sarannya.

Dia menambahkan bahwa sikap arogan dan kasar tidak menjadi kriteria psikologis yang ideal untuk menjadi seorang pemimpin, tutupnya seraya memastikan data diri dan dokumentasinya untuk tidak dipublish. (**)

By Syahrul

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: