Selayar, Infowarga.id – Dalam rangka mengoptimalkan penyelenggaraan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2020, Bawaslu Kepulauan Selayar menggelar sosialisasi tatacara pengajuan sengketa proses pemilihan di gedung sanggar PKK, jl. Muh krg. Bonto, Kecamatan Benteng, rabu (9/9/2020).

Sosialisasi ini mengangkat tema ” Bersama rakyat awasi pemilu bersama Bawaslu tegakkan keadilan pemilu”

Kegiatan sosialisasi ini dibuka ketua Bawaslu Kepulauan selayar, Suharno, SH didampingi  Anggota Bawaslu kordif SDM data dan informasi, Nurul Badriyah dan dihadiri Pimpinan Bawaslu Prov Sulsel Koordif Penyelesaian Sengketa pemilihan, Asradi, SE, MH, dan Komisioner KPU Kepulauan Selayar Divisi Hukum Mansyur Sihadji.

Juga dihadiri, Lo Partai politik, Lo Bapaslon, Ketua PPK dan Ketua Panwascam se- Kabupaten Kepulauan Selayar.

Baca Juga:  Himbau Masyarakat Terapkan 3M-3T, Polres Selayar dan Muspida Bagikan Masker 

Ketua Bawaslu Kepulauan Selayar Suharno, SH, dalam sambutannya mengatakan bahwa tahapan Pilkada baru saja melewati tahapan pendaftaran Bakal Pasangan Calon (Bapaslon).

Menyerahkan syarat dukungan pasangan calon. Mengacu pada Pilkada 2015 pasca penetapan calon, dan obyek sengketa menjadi kerawanan.

Selain itu, tata cara pengajuan sengketa proses pemilihan dan dengan harapan kedepan proses sengketa bisa terus bersosialisasi dan bisa satu persepsi terkait pengajuan sengketa, ucap Ketua Bawaslu dalam sambutannya.

Sementara pimpinan Bawaslu Provinsi Sul Sel Koordif penyelesaian Sengketa Pemilihan Asradi, mengatakan bahwa pemilihan sekarang yang terjadi di Kabupaten Kepulauan selayar itu adalah dua pasangan calon dan menjadi bagian dari  270 Kabuten kota atau provinsi yang pada hari yang sama yang akan melakukan pemilihan .

Baca Juga:  Komisioner KPU Selayar Lantik Anggota PPS di Sembilan Kecamatan

“Di Sulsel sendiri Ada 12 kabupaten atau kota yang akan melakukan pemilihan,” ucapnya.

Lanjut dikatakan, bahwa gambaran umum terkait pemilihan adalah sebuah pesta demokrasi dan sebuah hal untuk menggunakan kedaulatan kita untuk memilih pemimpin yang kita senangi.

” Dalam pemilihan ada lima pilar yang sangat berperan penting dalam sebuah pesta demokrasi yaitu Peserta pemilihan, Pemilih adalah masyarakat yang memiliki hak pilih usia 17 tahun keatas, Penyelenggara pemilu dan ada tiga diantaranya KPU, Bawaslu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Pemerintah, polisi dan TNI harus netral dan undang undang yang bisa mngayomi kita dan dijadikan rujukan untuk menegakan keadilan,” tambanya.

Baca Juga:  KPU Selayar Sosialisasi Pencalonan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2020

Selain itu ada dua jenis sengketa yang ditangani dalam hal ini sengketa yang terjadi antara KPU dan peserta pemilihan calon Bupati dan Sengketa Calon bupati dan calon bupati yang lain, ujarnya.

Pantauan, Kegiatan di tutup dengan membacakan doa, dan dilanjutkan dengan pemberian materi yang dipandu oleh ketua Bawaslu kepulauan selayar. (Sya)

 

 

Editor : Syahrul

By Syahrul

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: