Selayar, Infowarga.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kepulauan Selayar paparkan Program Prioritas Nasional, salah satunya adalah Percepatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), yang saat ini masih sementara berjalan.

Anggaran PTSL sendiri di Kabupaten Kepulauan Selayar sebelumnya, untuk program PTSL ditarget sebanyak 9250 bidan untuk 7 Desa dan sertifikatnya rencananya 3250 tapi karena adanya revisi anggaran dari kementrian keuangan, akhirnya bidannya menjadi 2250 bidan dan sertifikatnya tinggal 900 an.

Jadi sekitar 70 persen yang dipotong dan memang karena adanya penghematan dan dialihkan ke Covid. Dan Alhamdulillah pengukuran sudah selesai tinggal pelaksanaan berkasnya.

Demikian disampaikan Kepala BPN Kabupaten Kepulauan Selayar, Irvan Thamrin, S.ST., MT Kepada Awak media seusai melakukan rapat internal melalui Video converence (Vicon) dengan kementrian pertanahan, para Pimpinan dan para Kepala BPN, Kamis (4/6/2020) siang.

Dikatakannya bahwa untuk Program Prioritas Nasional, PTSL sendiri sebelumnya untuk pengukurannya itu sudah selesai sebelum adanya Covid ini. Memang kita  target 9000 an bidan untuk pengukuran di 7 Desa sampai bulan Juli tapi karena direvisi anggaran yang tadinya dari 7 Desa tinggal 4 Desa seperti Desa Pamatata, Bungaiya, Tanete, dan Tamalanrea, dan akhirnya pengukuran sudah selesai dan bahkan sudah melebihi target.

Baca Juga:  Pemilik Akun Facebook Adhi Selayar di Polisikan

“Alhamdulillah pengukuran PTSL sudah selesai sebelum adanya Covid ini tinggal melengkapi berkas berkasnya, karena masih banyak kekurangan, seperti tandatangan pemohon, tandatangan Kepala Desa dan setelah itu Insya Allah Selesai,” ucapnya.

Lanjut ia mengatakan dengan adanya covid ini,  kegiatan kegiatan seperti rapat internal dengan pimpinan, dengan kementrian untuk memonitoring kegiatan, baik itu mengenai PTSL, Redistribusi, IP4T, dan sebagainya itu kita lakukan melalui video Converence (Vicon).

“Ketemu langsung untuk sementara ditiadakan, sehingga ini juga salah satu penghematan anggaran begitupun  termasuk rapat rapat yang sebelumnya harus kemakassar itu sudah tidak lagi dan melalui Vicon saja”,

Selain itu kami juga menerapkan sistem kerja kami di BPN Selayar itu dibatasi atau sip sip. Jadi kami bagi bagi ada yang work home atau kerjanya di rumah dan ada yang kerja di kantor. Sistem ini kita lakukan karena sesuai petunjuk pusat dari kementrian bahwa sampai selesai covid ini kita kondisikan dulu.Tukasnya.

Baca Juga:  Ops Cipkon, Polsek Benteng Amankan Ratusan Liter Ballo dari Dua Orang Penampung

Lebih lanjut ia menjelaskan selain PTSL ada juga program Inventarisasi Penguasaan pemilikan penggunaan dan pemanfaatan tanah (IP4T) yang juga salah satu program dari kementrian agraria dan tata ruang badan pertanahan nasional.

IP4T di kabupaten kepulauan Selayar sebanyak 2000 bidan dan sudah selesai tinggal sertifikatnya, insya Allah kalau ada anggaran tahun depan semoga bisa diselesaikan dan diprioritaskan karena kita juga melihat anggaran. Begitupun dengan program redistribusinya di Pulau kalau tidak salah di Desa Sambali yang tadinya 1500 tinggal 500 dan Alhamdulillah ini sudah selesai.

” Jadi pada dasarnya program strategis sudah hampir 100 persen tinggal 15 sampai 10 persen setelah itu finish dan sisanya tinggal pelayanan ke masyarakat,” ujarnya.

Lanjut, selain dari ketiga Program Prioritas nasional yang saya paparkan, BPN Selayar, juga sudah melakukan aplikasi persertifikatan termasuk kemarin ada yang aset Pemda, dan kita sudah selesaikan perbidan dan ada aset dari PLN kebetulan ada pembangkit listriknya dan disertifikatkan dan Alhamdulillah selesai dan sisanya tinggal kepelayanan masyarakat.

Baca Juga:  Tekan Laju Penyebaran Covid -19, Pemkab Selayar Terus Lakukan Evaluasi

“Sekarang ini kami fokus kepelayan masyarakat karena kalau berbicara target yang diselesaikan oleh APBN itu sudah hampir 90 persen jadi enam bulan ke depan kita fokus ke pelayanan pelayan rutin ke  Pemerintah, BUMN, dan Masyarakat,” tandasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, dalam pelayanan kami juga menerapkan Protokol kesehatan seperti pakai masker yang mau masuk kekantor, cuci tangan karena ada wastafel kami siapkan dan juga kami pasang spanduk dari kementrian tentang covid untuk saling mengingatkan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan. Dan jauh hari sebelumnya kami dan relawan PMI juga sudah melakukan penyemprotan disinfektan.

Mengakhiri keteranganya ia berharap semoga diselayar ini tidak ada lagi yang yang positif sehingga kita bisa beraktifitas normal kembali, pungkasnya. (Sya)

 

Editor : Syahrul

By Syahrul

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: