Sultra, infowarga.id – Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara, Ruslan Buton, dijemput polisi pada Kamis (28/5/20) siang lantaran menyampaikan surat terbuka kepada presiden Jokowi.

Salah satu poin surat terbuka tersebut meminta Jokowi mundur dari tahta kepemimpinan RI.

Surat tersebut sempat menjadi perbincangan Warga Netizen. Bahkan sempat menyebutkan tidak menutup kemungkinan ada revolusi rakyat jika Jokowi tak kunjung mundur dari jabatannya.

Baca Juga:  Basli Ali : Terima Kasih Kepada Masyarakat Selayar

Penjemputan ini dibenarkan oleh Kepala Penerangan Komando Resimen (Kapenrem) 143/Kendari, Mayor Sumarsono.

“Ya (Ruslan Buton ditangkap) dari berita kita tahunya juga,” kata dia Kamis (28/5).

Sumarsono belum mengetahui pasti prihal penangkapan ini. Pasalnya belum ada laporan resmi yang diterimanya.

“Yang menangkap dari Puspom dan Mabes Polri,” ucapnya.

Baca Juga:  Kampanye di Desa Balang Butung, Saiful Arif : Pemerintah Tak Boleh Menyerah

Dia tampak kooperatif saat dijemput petugas. Mengenakan kemeja putih lengan pendek, Ruslan melenggang santai masuk mobil petugas.

Warga di sekitar rumah itupun tampak membiarkan Ruslan dijemput. Ruslan pun sempat melambaikan tangan ke arah warga sebelum masuk mobil petugas.

Di sisi lain, Sumarsono menegaskan, saat ini status Ruslan bukan lagi anggota TNI AD. Ruslan sudah dipecat akibat terlibat kasus pembunuhan. Oleh karena itu, proses hukum akan dijalankan oleh pihak Kepolisian, bukan menjadi ranah POM AD.

Baca Juga:  Kapolres Bulukumba Umumkan Dirinya Postif Covid-19

“Ya kan (Ruslan) langsung di bawa ke Polres Bau Bau,” pungkas Sumarsono. (IR)

Editor: Syahrul

By admin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: