Infowarga.id – Leah Cordice yang menjadi babysitter di sebuah tempat penitipan anak-anak, mengatakan dirinya telah diperkosa oleh bocah laki-laki berusia 13 Tahun.

Kejadian ini bermula saat Leah yang bekerja sebagai babysitter ini, keluar malam untuk minum dan pergi ke kamar bocah 13 tahun yang saat itu sedang bermain Xbox.

Leah yang kini berusia 20 tahun harus menjalani hari-hari di penjara bersama dengan bayinya. Kasus asusila ini terjadi pada tahun 2017 lalu, tapi hukuman untuk Leah baru dijatuhkan pada Senin kemarin (18/5/20).

Leah yang diketahui sudah menikah akhirnya dinyatakan bersalah oleh hakim pengadilan, karena berhubungan seks dengan anak yang masih dibawah umur.

Hakim Peter Clarke QC, mengungkapkan bahwa Leah mengaku telah diperkosa oleh bocah itu beberapa kali.

Wanita ini bernama Leah Cordice, dipenjara selama 30 bulan di inggris karena melakukan hubungan seks dengan bocah laki-laki berusia 13 tahun hingga akhirnya melahirkan bayi.

Baca Juga:  we are able to create beautifull and amazing things

Berdasarkan penuturan hakim Pengadilan Reading Crown, Leah merayu bocah tersebut dan memintanya untuk berhubungan seks.

“Sudah dapat dimengerti di pengadilan bahwa pemeriksaan psikiatris telah menemukan Leah memiliki kemampuan intelektual dengan IQ 70 hingga 85. Saya mengalami kesulitan dengan penilaian itu,” tutur hakim pada Selasa (19/5/2020).

“Leah memberikan bukti. Dia agresif dan lincah dalam pemeriksaan silang,” sambungnya.

Hakim mengungkapkan bahwa ia memang tidak mendengar apakah korban dipeluk oleh Leah dengan perasaan kasih sayang atau perasaan lain. Tapi, seorang saksi membuktikan bahwa perbuatan asusila itu adalah obsesi fisik dan kesenangan diri.

“Memang saya tidak mendengar indikasi baik dari Leah maupun korban bahwa dia memeluknya dengan kasih sayang tertentu, bukti dari setidaknya satu saksi adalah obsesi fisik dan kesenangan diri sebagai lawan dari keterikatan emosional,” paparnya.

Sementara itu, bocah lelaki yang jadi korban Leah mengalami kecemasan, karena tidak bisa bersama dengan anak hasil skandal asusilanya dengan Leah.

Baca Juga:  Working Together to Make Investments

“Saya tidak bisa melihat anak saya dan belum terlibat dengan dia baru-baru ini. Melihat putri saya dan kemudian membawanya keluar dari hidup saya sangat sulit untuk mengatasinya,” ucap bocah itu saat pengadilan.

Bocah lelaki yang kini diperkirakan usianya sudah 15 tahun berharap ke depannya bisa berkomunikasi dengan anaknya.

“Rasanya saya dihukum untuk apa yang telah saya lalui. Saya berharap di masa depan saya bisa beralih dari ini dan memiliki hubungan dengan putri saya,” tambahnya.

Selama persidangan, pengadilan mendengarkan keterangan dari bocah itu tentang apa yang dilakukan oleh Leah. Pelecehan seksual itu bermula saat Leah mulai memeluk dan menciumnnya, hingga akhirnya meminta berhubungan seks.

Panel hakim persidangan diberitau bagaimana Leah merayu bocah lelaki itu dengan mengirimkan beragam teks. Leah bahkan memanggil bocah itu dengan panggilan “imut”. Tak sampai di situ, Leah juga memberikan bocah laki-laki itu sejumlah uang untuk membeli ikan dan keripik.

Baca Juga:  Cargo industry welcome foreign investment

Dilansir dari IndozoneID, pengacara Leah Cordice, Tara McCarthy mengatakan, saat ini korban masih merasa bahwa ia tak melakukan kesalahan.

“Ini adalah kasus yang menyedihkan. Sama sekali tidak ada pemenang. Kesenjangan usia antara korban dan Leah relatif terbatas,” kata Tara.

“Dia adalah orang yang sangat tidak dewasa, dan dia tentu saja itu membuat situasinya sulit,” sambung Tara.

Pada bulan Maret 2017 lalu, bocah lelaki itu diwawancarai oleh polisi, setelah teman Leah mengirimkan email ke tempatnya bekerja, untuk membongkar skandal perselingkuhan yang dilakukan Leah. Email dari teman Leah itu akhirnya membuat Leah dipecat dari pekerjaannya. (IN)

By admin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: